3.2.a.10. Aksi Nyata - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya
Sekolah sebagai sebuah ekosistem adalah sebuah bentuk interaksi antara faktor biotik (unsur yang hidup) dan abiotik (unsur yang tidak hidup). Kedua unsur ini saling berinteraksi satu sama lainnya sehingga mampu menciptakan hubungan yang selaras dan harmonis. Dalam ekosistem sekolah, faktor-faktor biotik akan saling memengaruhi dan membutuhkan keterlibatan aktif satu sama lainnya.
Sebagai seorang pemimpin baik di kelas maupun di sekolah, kita harus mampu mengidentifikasi dan mengelola segala sumber daya (aset) yang dimiliki oleh sekolah untuk dapat dijadikan sebagai keunggulan sekolah dalam rangka mendukung perwujudan visi dan misi sekolah.
Dalam rangka mewujudkan pembelajaran yang berpihak pada murid, sekolah akan berhasil jika mampu memandang segala aset (sumber daya) yang dimiliki sebagai sebuah keunggulan bukan memandang sebagai sebuah kekurangan. Sekolah akan berfokus pada pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya yang dimiliki tanpa lebih banyak memikirkan pada sisi kekurangan yang ada. Dalam pengelolaan sumber daya yang dimiliki oleh sekolah ada 2 pendekatan yang dapat dilakukan yaitu:
- Pendekatan berbasis kekurangan/masalah (Deficit-Based Thinking). Pendekatan ini akan memusatkan perhatian kita pada apa yang mengganggu, apa yang kurang, dan apa yang tidak bekerja. Segala sesuatunya akan dilihat dengan cara pandang negatif. Kita harus bisa mengatasi semua kekurangan atau yang menghalangi tercapainya kesuksesan yang ingin diraih. Semakin lama, secara tidak sadar kita menjadi seseorang yang terbiasa untuk merasa tidak nyaman dan curiga yang ternyata dapat menjadikan kita buta terhadap potensi dan peluang yang ada di sekitar.
- Pendekatan berbasis aset (Asset-Based Thinking) adalah sebuah konsep yang dikembangkan oleh Dr. Kathryn Cramer, seorang ahli psikologi yang menekuni kekuatan berpikir positif untuk pengembangan diri. Pendekatan ini merupakan cara praktis menemukan dan mengenali hal-hal yang positif dalam kehidupan, dengan menggunakan kekuatan sebagai tumpuan berpikir, kita diajak untuk memusatkan perhatian pada apa yang bekerja, yang menjadi inspirasi, yang menjadi kekuatan ataupun potensi yang positif.
Prakarsa Perubahan : Program Pembelajaran berbasis TIK.
Program ini merupakan sebuah program yang dapat menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan, mengembangkan keterampilan siswa kemampuan menggunakan teknologi. Program ini merupakan kegiatan intrakurikuler yang dilaksanakan selama proses pembelajaran dikelas.
Tahapan Pengelolaan Sumber Daya
1. Berdiskusi dengan Pimpinan dan Rekan Sejawat
Kegiatan ini dilaksanakan untuk menggali informasi dari rekan sejawat terkait pengalaman yang telah dilakukan dalam pembelajaran berbasis TIK.
2. Melakukan Pemetaan Aset
Kegiatan ini dilakukan untuk mengidentifikasi aset yang dimiliki oleh sekolah dan potensi yang ada pada murid dan lingkungan sekolah. Kegiatan ini dilakukan dengan cara pengamatan langsung terhadap lingkungan sekolah, selanjutnya berdiskusi dengan rekan sejawat yang selama ini mengelola aset sekolah yang dimiliki. melalui kegiatan ini, dapat diketahui bahwa aset yang dimiliki sekolah masih banyak yang belum maksimal dalam pemanfaatannya. berikut ini aset yang dimiliki oleh SMP Negeri 1 Pondidaha:
3. Mencari Referensi
Mencari referensi dari rekan sejawat di sekolah lain guna mendapatkan informasi terkait pengalaman rekan-rekan yang telah menerapkan pembelajaran berbasis TIK.
4. Menyusun Langkah-langkah Pelaksanaan Program dan Indikator Keberhasilan
Pembelajaran berbasis TIK yang dilaksanakan yakni, memanfaatkan teknologi sebagai sumber belajar, memanfaatkan Teknologi dalam proses pembelajaran dan penggunaan teknologi dalam proses penilaian.
5. Pelaksaan Program
Dalam pelaksanaan, siswa sangat senang dan antusian dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran yang memberikan kesempatan siswa memanfaatkan TIK sebagai sumber belajar, menjadikan pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan bagi siswa. Proses penilaian yang dilakukan menggunakan google form berjalan dengan lancar.
PRAKTIK MENJADI PENGAMBIL KEPUTUSAN SEBAGAI PEMIMPIN PEMBELAJARAN
A. Peristiwa (Fact)
Tujuan pendidikan adalah menuntun siswa sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman untuk menuju kebahagiaan yang setinggi tingginya. Dalam proses menuntun, tentunya guru akan dihadapkan pada kondisi permasalahan yang di alami oleh peserta didik. dalam menghadapi permasalah tersebut, seorang guru harus mampu membuat suatu keputusan yang tepat. Keputusan yang di pilih merupakan keputusan yang paling banyak mengandung nilai-nilai kebaikan.
Dalam situasi yang dihadapi oleh guru, terdapat kejadian yang mengandung dilema etika dan bujukan moral. Dilema etika (benar vs benar) adalah situasi yang terjadi ketika seseorang harus memilih antara dua pilihan dimana kedua pilihan secara moral benar tetapi bertentangan. Sedangkan bujukan moral (benar vs salah) yaitu situasi yang terjadi ketika seseorang harus membuat keputusan antara benar dan salah. Ketika kita menghadapi situasi dilema etika, akan ada nilai-nilai kebajikan mendasar yang bertentangan seperti cinta dan kasih sayang, kebenaran, keadilan, kebebasan, persatuan, toleransi, tanggung jawab dan penghargaan akan hidup.
Salah satu kejadian yang pernah saya hadapi adalah pada kondisi dimana salah satu siswa saya yang 4 hari berturut-turut tidak hadir di sekolah. Siswa tersebut tidak memberi informasi kepada temannya, alasan dia tidak masuk sekolah. Setelah kemudian siswa tersebut masuk sekolah, saya kemudian memanggil siswa tersebut untuk menanyakan penyebab siswa tersebut tidak masuk sekolah. namun karena takut siswa tersebut kemudian di dampingi oleh ketua kelas untuk menghadap ke saya. pada kesempatan tersebut, saya kemudian menanyakan alasan dia, mengapa tidak masuk ke sekolah. siswa tersebut kemudian menjelaskan bahwa alasan dia tidak masuk karena harus mencari uang untuk kebutuhan sekolah. Pada posisi ini saya kemudian menyadari bahwa saya sedang menghadapi kondisi dilema etika. Disatu sisi, jika mengacu pada aturan maka harus ada tindakan lanjutan yaitu pemanggilan orang tua ke sekolah. Namun disisi yang lain, siswa tersebut tidak ingin orang tuanya dipanggil karena takut. hal tersebut karena tindakannya meninggalkan sekolah untuk mencari uang tidak diketahui orang tuanya.
Alasan
Untuk dapat mengambil keputusan yang tepat dan dapat dipertanggung jawabkan dari kondisi dilema etika yang di hadapi, sudah seyogyanya penerapan langkah pengambilan dan pengujian keputusan di lakukan.
Hasil Aksi Nyata
Hasil aksi nyata, siswa tersebut hanya diberikan pemahaman terkait tanggung jawab sebagai siswa dan di peringati untuk tidak mengulangi perbuatannya.
B. Perasaan (Feelings)
Saat melakukan aksi nyata saya sempat merasa khawatir dengan keputusan yang saya akan ambil, tetapi setelah berdiskusi dengan rekan sejawat, saya akhirnya merasa lega karena telah menentukan keputusan yang tepat.
C. Pembelajaran (Findings)
Permasalahan pada setiap siswa itu berbeda-beda, sehingga perlu adanya pemahaman dalam masalah yang dialami sehingga pengambilan keputusan yang akan kita lakukan dapat berdampak positif. Dalam mengahadapi sebuah dilema etika atau bujukan moral Perlu adanya kolaborasi dan kerjasama pada semua pihak dalam menghadapi dilema, sehingga kita sebagai pemimpin pembelajaran dalam pengambilan keputusan akan mempertimbangkan hal-hal positif dan negatif yang berdampak pada perkembangan sekolah maupun siswa khususnya dalam pembelajaran.
D. Penerapan ke Depan (Future)
Saya akan selalu menerapkan kolaborasi, kerjasama dan langkah pengambilan dan pengujian keputusan pada warga sekolah untuk menentuan sebuah pengambilan keputusan yang tepat dan berdampak positif.
Demikian portofolio aksi nyata modul 3.1.a.10 Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran yang telah CGP susun. Harapan saya dengan langkah-langkah pengambilan keputusan yang saya laksanakan dapat menjadi acuan dalam mengahadapi dilema etika dan bujukan moral yang terjadi di sekolah.
Penulis : Anita Sri Wahyuni
Jumlah Tayangan
Tentang Saya

POPULAR POSTS
subscribe juga
Galeri
- Administrasi 1
- Aplikasi Rumah Belajar 8
- Berita 7
- Buku 6
- Guru penggerak 9
- IPA 5
- MPLS 1
- Opini 5
- Penilaian Formatif 1
Formulir Kontak
SRB
Cari Blog Ini
Merdeka Belajar
SIMPATIK
Merdeka Belajar
About Me
Assalamualaikum
Popular Posts
-
AKSI NYATA MODUL 3.3
PROGRAM GESSIT (GENERASI SADAR LITERASI DIGITAL) Program ini merupakan sebuah program yang dapat mengembangkan keterampilan literasi siswa ... -
AKSI NYATA 3.1.a.10
PRAKTIK MENJADI PENGAMBIL KEPUTUSAN SEBAGAI PEMIMPIN PEMBELAJARAN A. Peristiwa (Fact) Latar Belakang Tujuan pendidikan adalah ... -
ASET UTAMA MENURUT Green dan Haines
Menurut Green dan Haines (2002) dalam Asset building and community development, ada 7 aset utama atau di dalam buku ini disebut sebagai moda... -
AKSI NYATA _ PENERAPAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
PEMBELAJARAN BERDIFERENSISASI Oleh : ANITA SRI WAHYUNI (CGP ANGKATAN 4) Pembelajaran berdiferensiasi adalah serangkaian keputusan masu... -
LANGKAH PERTAMA "SOSIALISASI PORTAL RUMAH BELAJAR"
ExBanner Kegiatan Sosialisasi Semangat dan bahagia berpadu mengiringi langkah pertama sebagai Sahabat Rumah Belajar Sulawesi Tenggara. Langk...









.jpeg)











.jpeg)


