Dari filosofi Ki Hajar kita belajar bagaimana seorang pendidik berperan sebagai penuntun yang menuntun kodrat siswa untuk mencapai kebahagiaan dan keselamatan. Dalam mewujudkan kebahagiaan dan keselamatan, tentunya sebagai pendidik harus menjalankan perannya dengan baik dan menanamkan nilai-nilai luhur dalam menjalankan perannya tersebut.
Seperti halnya siswa yang memiliki kodratnya masing-masing, seorang pendidik tentunya telah memiliki nilai dan peran dalam dirinya masing-masing. Namun, apakah nilai dan peran tersebut telah sesuai dengan nilai dan peran yang dimiliki oleh seorang Guru Penggerak? Sudah saatnya kita sebagai pendidik bertransformasi menjadi Guru Penggerak. Jika nilai dan peran Guru Penggerak telah terimplementasikan dalam diri setiap pendidik maka akan terbentuk pribadi yang mampu mewujudkan merdeka belajar.
Nilai Guru Penggerak merupakan pintu masuk sebuah perubahan. sedangkan peran Guru Penggerak adalah rumah sebagai wadah pembenahan dalam mengimplementasikan perubahan tersebut. Nilai dan peran Guru Penggerak telah mengakomodir pemikiran dari Ki Hajar Dewantara.
Nilai Guru Penggerak meliputi:
- Mandiri, Tidak bergantung pada orang lain, bisa menyelesaikan tugas-tugasnya dengan baik.
- Reflektif, Melakukan refleksi terhadap praktik mengajar, mengevaluasi kelebihan dan kekurangan dalam mengajar, meminta umpan balik dari guru dan murid.
- Kolaboratif, Mampu bekerjasama dengan siapa saja dan kapan saja.
- Inovatif, Mempunyai ide-ide baru dan merealisasikannya dalam pembelajaran.
- Berpihak pada murid, Segala daya dan upaya yang dilakukan adalah untuk kepentingan dan kemajuan murid
- Menjadi Pemimpin pembelajaran
- Menjadi coach bagi guru lain
- Mendorong kolaborasi antar guru
- Menggerakkan komunitas praktisi
- Mewujudkan kepemimpinan murid


