Ki hajar dewantara merupakan tokoh pendidikan Indonesia yang berperan penting dalam lahirnya kemerdekaan dan kebebasan kebudayaan bangsa. Filosofi ki hajar adalah filosofi tentang perubahan. Ki hajar menjelaskan bahwa tujuan pendidikan yaitu menuntun siswa agar dapat mencapai kemerdekaan.
Kemerdekaan seperti apa yang dimaksud?
Kemerdekaan yang dimaksud kihajar adalah keselamatan dan kebahagiaan. Pendidikan diharapkan dapat menuntun siswa untuk memperoleh keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat.
Bagaimana peran pendidik dalam menuntun siswa untukmencapai keselamatan dan kebahagiaan?
Ki hajar mengibaratkan dalam menuntun siswa, peran pendidik bagaikan seorang petani atau tukang kebun. Anak-anak diibaratkan seperti biji/bibit yang disemai dan ditanam oleh petani pada lahan yang telah disediakan. Jika bibit tersebut ditanam di tanah yang subur, memperoleh nutrisi, air dan sinar matahari, dirawat dengan baik maka meskipun bibit tersebut kurang berkualitas, bibit tersebut tetap akan tumbuh dengan baik karena mendapatkan perawatan dan perhatian dari petani. Sebaliknya meskipun bibi yang ditanam petani memiliki kualitas yang baik tetapi jika di tanam ditanah yang tidak subur, tidak mendapatkan perhatian dan perawatan daripetani bibit tersebut tentu tidak akan tumbuh secara optimal
Seperti filosoffi ki hajar :
Ing gnarso sung tulodo : saat pendidik berada di depan, pendidik menjadi teladan. Pendidik menampilkan diri sebagai figure atau role model yang dapat ditiru dan dicontoh.
Ing madya mangun karso: saat berada ditengah dan sejajar, mendampingi , berkolaborasi dan bekerja sama dalam melahirkan kreatifitas, inovasi dan karya.
Tut wuri handayani: menuntun dan mendukung perkembangan siswa. Dukung dan berdayakan siswa dalam mengembangkan potensi dirinya
Dalam proses pembelajaran yang mencerminkan filosofi ki hajar tentunya pembelajaran yang student center. Pembelajaran yang berpusat kepada siswa, menghamba kepada siswa dan memberikan penghormatan kepada siswa. Pendidik bukan lagi sebagai pusat pembelajaran. Namun sebagai fasilitator, pendamping, pembimbing yang penuh kasih , teladan yang menghormati hak-hak siswa sebagai manusia merdeka dengan tetap mengutamakan kearifan lokal budaya Indonesia. Dengan cara ini diharapkan akan terbentuk pribadi siswa yang memiliki kreatifitas yang tak terbatas, mampu melahirkan inovasi-inovasi dan memiliki daya ssaing yang siap menghadapi tuntutan pembelajaran abad 21.
Untuk mencapai hal tersebut pendidik tidak dapat berjalan sendiri.
KHD menjelaskan bahwa keluarga menjadi tempat utama dan paling baik untuk melatih pendidikan social dan karakter seorang anak. Keluarga menjadi ruang untuk mempersiapkan hidup anak dalam bermasyarakat disbanding dengan pusat pendidikan lainnya. Berdasarkan pemikiran tersebut pendidik harus mampu membangun komunikasi dan kolaborasi dengan orang tua dan lingkungan keluarga siswa. Agar tercipta sinergi dan kerjasama dalam membangun karakter baik siswa.



0 Comments