Kondisi saat ini dimana Indonesia dihadapkan dengan kasus penularan Covid-19 yang semakin masif, menyebabkan dikuranginya aktifitas yang dapat menimbulkan kerumunan. Dengan harapan dapat ditekannya penularan virus covid 19 ini. Pengurangan aktivitas tidak hanya terjadi di lingkungan sosial masyarakat tetapi juga di lingkungan sekolah. Aktivitas proses belajar mengajar dikelas sampai hari ini masih belum dapat dilaksanakan. Hanya daerah yang masuk kategori daerah hijau dan kuning yang dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka namun dengan protokol kesehatan yang sangat ketat. sementara daerah-daerah dari zona merah dan orange tetap melaksanakan pembelajaran jarak-jauh. Karena sekolah di tempat saya bertugas sampai hari ini tanggal 23 Oktober 2020 masih dalam kategori zona merah, sehingga kegiatan belajara-mengajar tetap dilaksanakan secara jarak jauh (PJJ).
Keadaan seperti ini memaksa kami para guru berinovasi dan kreatif dalam melaksanakan pembelajaran jarak jauh. Salah satu inovasi yang dapat saya lakukan adalah dengan menerapkan model pembelajaran Blended Learning berbantuan blog, rumah belajar dan Google meet.
Apa itu Blended Learning?
Menurut Driscol (2002) Blended learning merupakan pembelajaran yang mengkombinasikan atau menggabungkan berbagai teknologi berbasis web, untuk mencapai tujuan pendidikan. Thorne (2013) mendefinisikan blended learning sebagai campuran dari teknologi elearning dan multimedia, seperti video streaming, virtual class, animasi teks online yang dikombinasikan dengan bentuk-bentuk tradisional pelatihan di kelas. Sementara Graham (2005) menyebutkan blended learning secara lebih sederhana sebagai pembelajaran yang mengkombinasikan antara pembelajaran online dengan face-to-face (pembelajaran tatap muka).
Jadi dapat dikatakan bahwa Blended learning adalah model pembelajaran yang menggabungkan beberapa model pembelajaran, misalnya e-learning dengan model tatap muka tradisional.
Apa itu blog?
Blog merupakan singkatan dari web log adalah bentuk aplikasi web yang berbentuk tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web. Tulisan-tulisan ini sering kali dimuat dalam urutan terbalik (isi terbaru dahulu sebelum diikuti isi yang lebih lama), meskipun tidak selamanya demikian. Situs web seperti ini biasanya dapat diakses oleh semua pengguna Internet sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut.
Penggunaan blog untuk mendukung penerapan model pembelajaran blended learning dapat dilakukan. Merujuk pada penelitian yang dilakukan Nugraha (2015) yang dilatarbelakangi oleh rendahnya minat peserta didik dalam pembelajaran menulis teks sastra di sekolah khususnya teks cerita pendek menunjukkan menunjukkan keefektifan penerapan metode pembelajaran blended learning dengan media blog dalam pembelajaran menulis teks cerita pendek peserta didik kelas X SMA Negeri 9 Bandung.
Di dalam blog atau weblog terdapat beberapa fitur yang dapat dimanfaatkan dengan menerapkan model pembelajaran Blended Learning. Berikut ini Learning Path dari model pembelajaran Blended Learning berbantuan blog yang dipublikasi Kemendikbud RI




0 Comments