LISTRIK DINAMIS
|
B |
Jika kita perhatikan lampu atau peralatan elektronik lain yang menggunakan
listrik, semua alat tersebut membutuhkan kabel sebagai penghubung aliran arus
listrik. Dari manakah aliran arus listrik tersebut berasal? Apakah makhluk
hidup dapat menghasilkan arus listrik sehingga dapat digunakan untuk menyalakan
lampu?
Secara umum, aliran arus listrik bersumber dari pembangkit
listrik. Pernahkah kamu berpikir bagaimana cara membuat atau menemukan sumber
arus listrik? Ternyata, selain dihasilkan oleh pembangkit listrik seperti
generator, arus listrik juga dapat dihasilkan oleh baterai, aki (accu), dan
buah-buahan terutama buah-buahan yang mengandung asam, misalnya jeruk. Mengapa
jeruk dapat menjadi sumber arus listrik? Bagaimana dengan buah-buahan atau
tumbuhan lainnya? Agar mengetahui jawabannya, pelajari materi berikut dengan
penuh semangat.
Perhatikan lampu listrik di rumahmu atau di ruang kelasmu. Ketika
kamu menyalakan lampu tentunya kamu akan menekan sakelar yang terpasang di dinding. Jika satu sakelar ditekan maka lampu
akan menyala tetapi mungkin lampu di ruangan lain tidak ikut menyala, atau
ketika kamu menekan sakelar ternyata semua lampu di beberapa ruangan akan
menyala ber samaan. Mengapa dapat terjadi demikian? Pernahkah kamu
memikirkannya? Jika kamu pernah memikirkan dan mencoba mencari alasannya maka
kamu termasuk siswa yang kritis. Sekarang, lakukan kegiatan berikut untuk
menjawab pertanyaan-pertanyaan tadi.
Kegiatan yang kamu lakukan pada Ayo Lakukan Aktivitas 5.2 merupakan kegiatan membuat rangkaian sederhana. Buah dapat berperan sebagai
baterai karena adanya penggunaan lempeng seng dan lempeng besi yang berfungsi
untuk menimbulkan beda potensial dalam buah. Lempeng seng berfungsi sebagai
kutub negatif dan lempeng besi berfungsi sebagai kutub positif. Adanya beda
potensial dalam buah inilah yang kemudian mendorong elektron-elektron untuk bergerak
hingga memicu aliran listrik dalam rangkaian.
Jika kamu perhatikan sambungan dari baterai, lampu dan kabel, atau
sambungan dari semangka atau jeruk, lampu, dan kabel, ternyata sambungan
tersebut terhubung satu sama lain sehingga rangkaian tersebut merupakan
rangkaian tertutup. Dengan demikian, sebuah rangkaian listrik yang tertutup
akan menghasilkan nyala lampu. Bagaimana jika rangkaiannya tidak terhubung satu
sama lain? Disebut apakah rangkaian tersebut? Coba lakukan dan pikirkan
kegiatan berikut.
Ketika kamu menghubungkan lampu dan sumber listrik dengan menggunakan
kabel artinya kamu telah membuat sebuah rangkaian listrik. Pada rangkaian
listrik tertutup (skalar tertutup atau posisi on), arus listrik akan mengalir
dan lampu menyala. Bagaimanakah arah arus listrik tersebut? Berapakah besar
arus listrik yang mengalir? Agar memahami arah aliran arus listrik dan
mengetahui besar arus listrik yang mengalir dalam suatu rangkaian, baca
penjelasan berikut dengan seksama.
Arus listrik mengalir karena pada ujung-ujung rangkaian ada perbedaan
potensial listrik yang diberikan oleh baterai sebagai sumber tegangan seperti
yang telah dijelaskan pada percobaan baterai buah. Ujung kawat penghantar yang
memiliki banyak elektron (terhubung dengan kutub negatif baterai) dapat
dikatakan memiliki potensial listrik yang rendah, sedangkan ujung kawat
penghantar lainnya yang memiliki sedikit elektron (terhubung dengan kutub
positif baterai) dapat dikatakan memiliki potensial listrik yang tinggi. Arus listrik
mengalir dari potensial tinggi ke potensial rendah, sedangkan arah aliran
elektron adalah sebaliknya yaitu dari potensial rendah ke potensial tinggi atau
dengan kata lain dari kutub negatif ke kutub positif.




0 Comments